Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas (vokal dan konsonan) dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /ŋ/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itəm/ berarti '(pewarna) hitam', sedangkan /itɔm/ (dengan tekanan pada suku kedua) berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja ‘import ‘impor’ ...
12. Ukiyozoshi (Bacaan Hiburan)
Kalau otogizoshi berkembang di pusat kota Kyoto, maka ukiyozoshi timbul, berkembang dan digemari oleh masyarakat kota Osaka sebagai karya sastra hiburan yang benar-benar diminati masyarakat. Pada tahun 1682 yaitu sejak diciptakannya sebuah buku berjudul Koshoku Ichidai Otoko (Percintaan Seorang Pria), hampir 80 tahun lamanya bentuk kesusastraan ini berlangsung. Sesungguhnya, kata ukiyo adalah kata yang banyak digunakan di kota Edo, yang berarti dunia hiburan, atau kenyataan sekarang; sedangkan koshoku berasal dari kata genjitsu yang berarti kenyataan. Bahan cerita buku ukiyozoshi adalah yang biasanya berkaitan erat dengan tempat-tempat hiburan, panggung sandiwara, serta kehidupan ekonomi masyarakat perkotaan.Pada periode Genroku di zaman edo, yaitu pada masa kejayaan Saikaku, muncul pengarang pantun haikai yaitu Matsuo Basho, dan pengarang drama joruri yang dapat disaksikan di kemudian hari yaitu Chikamatsu Monzaemon dan lain-lain. Masa itu merupakan masa renaisancenya Jepang.
Saikaku lahir di kalangan masyarakat kota Osaka. Dia terjun ke dunia sastra dan berperang sebagai seorang guru haikai. Sebagai guru haikai yang beraliran Danrinha, dia dikenal dengan kegiatannya sebagai sastrawan yang terkemuka. Dia menerbitkan novel yang memiliki sifat-sifat feminin dengan judul Koshoku Ichidai Otoko (Percintaan Seorang Pria), menggambarkan masalah amoral dalam percintaan (koshoku), dan mendapat sambutan hangat dari kalangan masyarakat pembaca. Selain menjadi best seller, Koshoku Ichidai Otoko merupakan simbol taraf kemajuan dari teknik percetakan buku sebagai barang darangan.
Sejak saat itu Saikaku dengan penuh semangat melanjutkan karya penulisannya di bidang buku bacaan ukiyozoshi yang dirintisnya sendiri. Di antara buku-bukunya yang terkenal kemudian adalah Nippon Eidaigura dan Seken Munezanyo. Kalau novel sebelumnya menggambarkan karakter para pedagang yang tergolong dalam masyarakat kapitalisme, maka novel-novel berikutnya — baik ditinjau dari pilihan tema maupun pesan-pesannya — lebih jauh menggambarkan latar belakang kehidupan sehari-hari yang banyak diderita oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, dan ini merupakan karya sastra Saikaku yang paling tinggi. Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa kenyataan-kenyataan di atas pengaruhnya sangat besar pada kesusastraan Jepang modern. Tampaknya, tidak berlebihan kalau Saikaku dikatakan telah menunjukkan ciri-ciri sastra klasik yang bernilai tinggi di tingkat mancanegara.
Baca: Buku Pengantar Kesusastraan Jepang
Comments
Post a Comment