Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas (vokal dan konsonan) dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /ŋ/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itəm/ berarti '(pewarna) hitam', sedangkan /itɔm/ (dengan tekanan pada suku kedua) berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja ‘import ‘impor’ ...
Menurut Kamus Webster, authority (yang memiliki otoritas) adalah “orang yang berpengetahuan dan berpengalaman di suatu bidang, yang karena itu pendapatnya bisa diandalkan: seorang ahli”. Sayangnya, banyak orang yang disebut yang punya otoritas ternyata “menobatkan diri mereka sendiri”. Mereka ingin menjadi sosok yang punya otoritas, tetapi mereka kurang terampil, kurang berpengalaman, dan atau tidak punya kemampuan untuk menerima posisi sebagai yang berotoritas. Tetapi mereka senang memainkan peran profesor atau guru. Mereka senang diperlakukan oleh orang lain seolah-olah mereka banyak mendapat penghargaan seperti yang mereka tuntut. Orang-orang yang berprestasi memperoleh penghormatan karena tindakan mereka. Sebaliknya, orang-orang yang lemah menuntut penghargaan berdasarkan kata-kata semata.
Orang-orang “yang menobatkan diri sendiri” sebagai yang punya otoritas sering memberi alasan yang merugikan murid muda. Karena alasan inilah saya menyampaikan cara-cara berikut untuk mengenali para “ahli” gadungan ini. Check list ini dimaksudkan untuk membantu anak-anak muda menghindari pemborosan waktu, tenaga, dan uang karena melakukan metode-metode yang belum terbukti.
- Pihak yang menobatkan diri sendiri sebagai orang yang punya otoritas cenderung mengecam pemain atau guru kawakan. Salah seorang dari mereka berkata, “Sistem saya adalah satu-satunya yang berhasil baik”. Jika kamu menganalisis sudut pandang ini kamu akan menyadari bahwa hal itu tidak betul. Ada banyak pemain besar yang telah menggunakan berbagai metode dan sistem untuk mengembangkan diri.
Orang-orang yang bersikap seolah-olah punya otoritas ini menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan “menentang” seseorang atau sesuatu. Hanya sedikit waktu yang mereka gunakan untuk “memihak” sesuatu. Pelajaran moralnya: Meruntuhkan adalah lebih mudah daripada membangun. - Orang-orang ini sering membuat pernyataan dan penegasan yang membabi buta, naif, tanpa informasi memadai demi menarik perhatian siswa. Komentar tipikal yang digunakan sebagai “pancing” untuk mengaitmu adalah
"Tak perlu berlatih – teknik itu tidak ada artinya.“
"Kamu tidak usah memikirkan rudiment – itu tidak akan berguna.”
"Jangan dengarkan drummer X.“
"Belajar notasi itu tidak perlu."
"Jangan belajar di sekolah musik."
"Kamu tidak perlu belajar instrumen perkusi lainnya.”
Bila kamu perhatikan, setiap gagasan ini menentang sesuatu. Setiap pernyataan dimulai dengan “tidak” dan “jangan” atau kalimat negatif yang setara seperti, “Lupakan ini atau lupakan itu.” Pesan tersiratnya adalah “Dengarkan saya saja.” - Orang-orang seperti ini sering kali misterius. Salah satu bentuk penipuan akhir-akhir ini adalah berpura-pura memahami pemikiran “Ketimuran”. Yang terjadi sesungguhnya adalah orang yang merasa punya otoritas ini membaca sebuah buku meditasi dan seketika itu juga menjadi pakar dibidang itu. Penguasaan dan pemahaman sepenuhnya atas pola pikir “Ketimuran” membutuhkan usaha keras bertahun-tahun, sama seperti pembelajaran sebuah instrumen musikal.
- Jika pihak “berotoritas” ini mencoba menarik perhatian murid-murid lain, amatilah para murid tersebut. Apakah mereka positif, pandai, pekerja keras, dan berbakat? Atau apakah mereka aneh, lemah, dan kacau balau? Apa pun hasil observasimu terhadap siswa lain, mereka akan mengatakan banyak hal tentang sang guru, baik secara positif maupun negatif.
- Jika orang “berotoritas” ini korban napza, solusinya mudah. Pergilah jauh-jauh darinya, dan jangan dekati lagi!
Orang-orang semacam ini muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran. Saya sedang bekerja di sebuah kelab beberapa tahun yang lalu. Ketika saya turun dari panggung, orang yang tampangnya agak kusut berkata kepada saya, “Kamu bermain baik…tapi aku bisa membantumu.” Saya tidak bisa memastikan apakah orang ini mabuk, fly, atau memang kurang waras. Tapi, untuk melindungi dirimu sendiri, kamu tidak perlu harus tahu mengapa seseorang berlaku aneh. Saya menjawab, “Menurutku kamu pertama-tama harus menolong dirimu sendiri”. - Orang yang menobatkan diri sendiri sebagai yang punya otoritas jarang bermain dengan baik. Jika mereka memang bermain dengan baik mereka tidak akan perlu “bergaya”. Dengan kata lain, “Jangan belajar menyetir mobil dari seseorang yang tidak bisa mengemudikan mobil”.
Hal terakhir yang perlu dipikirkan: Para guru yang benar-benar hebat, entah dalam hal meditasi atau permainan drum, pada umumnya memberi “saran”. “Kenapa kamu tidak mencoba cara ini?” Atau, “Begini cara yang lebih mudah untuk melakukannya”.
Para guru yang hebat jarang memberi petuah. Ketika seseorang memulai dengan berkata, “Jika saya adalah kamu”, kamu akan segera tahu bahwa ada yang tidak beres. Orang ini ingin mendikte apa yang harus kamu lakukan dengan hidupmu. Saya tidak menyukai petuah, tetapi saya selalu tebuka pada saran-saran yang “sarat informasi”. Kata kuncinya adalah “informasi”.
Ingat, orang-orang yang sungguh-sungguh ahli tidak berkeberatan ditanyai. Jika mereka telah meraih gelar atau menghimpun pengalaman penting, mereka akan dengan senang hati memberimu informasi. Jangan takut menanyakan surat atau sertifikat yang dimilikinya. Kamu mempertaruhkan hidup dan uangmu di sini!
Baca: Buku Panduan Menjadi Drummer Profesional

Comments
Post a Comment