Skip to main content

Jenis Fonem

Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas (vokal dan konsonan) dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /Å‹/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itÉ™m/ berarti '(pewarna) hitam', sedangkan /itÉ”m/ (dengan tekanan pada suku kedua) berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja ‘import ‘impor’ ...

Apakah Drummer Otodidak Bermain Lebih Baik?

Apakah Drummer Otodidak Bermain Lebih Baik?


Beberapa drummer ternama, yang tidak pernah belajar bermain drum secara formal maupun informal, bermain dengan sangat baik. Drummer terkenal lainnya, yang memperoleh pendidikan selama bertahun-tahun, juga bermain dengan amat baik. Para drummer otodidak kadang-kadang cenderung bersikap kritis terhadap mereka yang belajar secara formal. Pernyataan-pernyataan defensif berikut ini dikutip dari wawancara-wawancara para drummer terkenal yang otodidak.

“Saya tidak pernah sekali pun belajar secara formal maupun informal.’”

“Seharusnya drummer tidak terlalu sering belajar. Feeling-nya akan kacau.”

“Saya pemain berbakat alam.”

“Jika kamu terlalu banyak belajar, kamu tidak akan menikmati permainanmu.”

“Klinik drum itu omong kosong.”

“Mainkan saja. Segalanya akan berjalan mulus.”

Tanpa ikut memihak dalam kontroversi ini, mari kita melihat apa yang sebenarnya terjadi.
  1. Selalu ada dua pihak dalam setiap perdebatan. Tapi apakah argumen ini nyata atau imajiner? Berdasarkan pengalaman saya, setiap orang otodidak, atau tidak seorang pun otodidak. Sepertinya pernyataan saya ini membingungkan ya? Tapi nanti kita akan melihat penjelasannya.

    Semua pemain yang baik belajar sendiri, entah melalui pendidikan atau tidak. Mereka belajar cara bermain dengan memainkan drum, mendengarkan, dan menyaksikan permainan drum. Dengan kata lain, mereka senantiasa belajar dari orang lain. Jadi, dalam hal ini, pemain otodidak sebenarnya sama sekali tidak otodidak. Mereka hanya tidak pernah mengikuti pendidikan mengenai cara bermain drum. Drummer yang belajar secara formal atau informal belajar dengan memainkan drum, mendengarkan, dan menyaksikan permainan drum. Prosesnya sama untuk semua orang. Lalu dimana perbedaannya?

    Perbedaannya adalah pemain yang melewati jalur pendidikan memiliki informasi lebih banyak tentang musik dan instrument yang ia mainkan. Ini tidak menjamin bahwa dia akan bermain dengan lebih baik ketimbang pemain yang tidak memperoleh pendidikan. Tetapi ia memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi dan untuk terus bertumbuh secara musikal karena ia memiliki landasan yang kuat. Ia juga diharapkan tahu cara belajar. Keterampilan ini akan sangat bermanfaat bagi perkembangannya dalam jangka panjang.

    Drummer seperti Steve Gadd, Louie Bellson, Dave Garibaldi, Max Roach, Billy Cobham, Jack DeJohnette, Danny Gottlieb, Ed Soph, dan Ed Shaughnessy, misalnya, mempunyai latar belakang pendidikan di bidang drumming dan musik. Masing-masing bermain dengan gayanya sendiri, yang ia pelajari sendiri. Tetapi kuncinya adalah bahwa mereka telah dan masih mengembangkan gaya individual mereka. Mereka semua bisa membaca notasi musik dengan sangat baik dan telah menghabiskan banyak waktu di ruang latihan.

    Pembelajaran mengembangkan pikiran, dan perkembangan pikiran musikal itulah yang menjadi bagian integral dari setiap pertumbuhan drummer hebat. Pembelajaran juga membantu mengembangkan disiplin pribadi dan kepekaan pengorganisasian ide-ide.

    Seseorang juga mungkin terus bertumbuh dan berkembang secara musikal dengan pengetahuan yang amat minim tentang permainan drum dan musik. Tetapi ini jauh lebih sulit. Ini seperti mencoba memasak tanpa resep. Kadang kamu beruntung, kadang tidak. Metode pembelajaran trial and error bisa bermanfaat, tapi membutuhkan waktu lebih lama.

    Belajar dengan seorang guru yang baik bisa membantu seseorang mengatasi kesulitan-kesulitan teknis sejak dini. Dengan demikian konsentrasi pada musik bisa didekati dengan lebih percaya diri.
  2. Jenis musik yang dimainkan harus dipertimbangkan. Misalnya, jika kamu ingin menjadi drummer studio, drummer simfoni, pemain perkusi serba bisa, drummer rudimental, drummer big band kontemporer, atau drummer rock piawai, keinginanmu akan lebih mudah tercapai jika kamu memiliki landasan pendidikan drumming.

    Jika kamu hanya ingin iseng bermusik di garasi bersama kawan-kawanmu, kamu tidak perlu banyak latihan. Tetapi saat kamu beranjak tua nanti, kamu akan tahu bahwa hal ini tidak akan memuaskan hasrat musikalmu. Ketika sebuah band tumbuh melebihi kemampuan drummernya, mereka akan memutuskan untuk mencari drummer baru. Jika kamu berkembang lebih lamban ketimbang orang-orang lain dalam grupmu, suatu ketika kamu akan dienyahkan dari grup itu. Juga, jika kamu berkembang lebih cepat daripada kawan-kawanmu, kamu tidak lama kemudian akan punya peluang untuk bergabung dalam grup yang lebih baik, atau bahkan membentuk grup sendiri.
     
  3. Semakin lama kamu menunda untuk mulai belajar, keputusannya akan semakin sulit. Banyak pemain muda malu belajar secara formal atau informal karena mereka merasa sudah bisa. Itu seperti siswa SMA diminta kembali ke kelas tiga SMP, kelihatannya memalukan!

    Tetapi, jika kamu sudah bisa bermain sedikit-sedikit, tidak ada ruginya menambah informasi dan pengetahuanmu. Singkirkan rasa takut dan egomu dan mulailah mengembangkan pikiranmu hari ini. Tidak usah menunggu.
     
  4. Drummer yang baik dan telah belajar serius tidak membuang-buang waktu mengkritik mereka yang tidak memperoleh pendidikan. Mereka biasanya mengerti bahwa setiap orang belajar sendiri cara memainkan drum. Tidak ada orang yang melakukannya untukmu. Kamu harus melakukannya sendiri.

    Seperti lirik lagu "With a little help from my friends" (Dengan sedikit bantuan dari kawan-kawanku), hidup ini bisa menjadi sedikit lebih mudah dan jauh lebih menyenangkan. Jangan malu untuk belajar dari orang lain.

    Jangan buang-buang waktu berdebat, belajarlah sebisamu, bagaimanapun caranya. Jika caranya adalah melalui pendidikan, dan itu bertentangan dengan prinsipmu, tanyakan kepada dirimu sendiri pertanyaan ini, “Seberapa penting bermain drum itu bagiku?” Jika jawabannya adalah , ”Bermain drum sangat penting bagiku!” saya sarankan kamu mengevaluasi kembali beberapa gagasan-gagasanmu. Ingat, kamu, dan bukan orang lain, yang bertanggung jawab atas perkembanganmu sendiri sebagai seorang drummer dan sebagai individu. Kualitas permainan seperti apa yang ingin kamu capai?
 
 

Comments

Popular posts from this blog

Buku Komposisi Gorys Keraf

Daftar Isi Buku Komposisi Gorys Keraf Kata Pengantar Daftar Isi PENDAHULUAN Bahasa Aspek Bahasa Fungsi Bahasa Tujuan Kemahiran Berbahasa Manfaat Tambahan Kesimpulan BAB I PUNGTUASI Pentingnya Pungtuasi Dasar Pungtuasi Macam-macam Pungtuasi BAB II KALIMAT YANG EFEKTIF Pendahuluan Kesatuan Gagasan Koherensi yang baik dan kompak Penekanan Variasi Paralelisme Penalaran atau Logika BAB III ALINEA : KESATUAN DAN KEPADUAN Pengertian Alinea Macam-macam Alinea Syarat-syarat Pembentukan Alinea Kesatuan Alinea Kepaduan Alinea 5.1 Masalah Kebahasaan 5.2 Perincian dan Urutan Pikiran BAB IV ALINEA : PERKEMBANGAN ALINEA Klimaks dan Anti-Klimaks Sudut Pandangan Perbandingan dan Pertentangan Analogi Contoh Proses Sebab - Akibat Umum - Khusus Klasifikasi Definisi Luar Perkembangan dan Kepaduan antar alinea BAB V TEMA KARANGAN Pengertian Tema Pemilihan Topik Pembatasan Topik Menentukan Maksud Tesis dan Pengungkapan Maksud ...

Sejarah Kesusastraan Jepang

Buku Sejarah Kesusastraan Jepang (Nihon Bungakushi) oleh Isoji Asoo dkk. Daftar Isi Kata Pengantar Kata Sambutan Catatan dari Penyunting Daftar Isi 1.        KESUSASTRAAN ZAMAN JOODAI 1.   Garis Besar Kesusastraan Zaman Joodai 2.   Mitologi, Legenda dan Dongeng 3.   Norito dan Senmyoo 4.   Nyanyian Zaman Joodai 5.   Manyooshuu 6.   Kanshibun 2.        KESUSASTRAAN ZAMAN HEIAN 1.   Garis Besar Kesusastraan Zaman Heian 2.   Kanshibun, Waka dan Kayoo 3.   Monogatari 4.   Catatan Harian dan Essei 5.   Ceritera Sejarah dan Dongeng 3.        KESUSASTRAAN ABAD PERTENGAHAN 1.   Garis Besar Kesusastraan Abad Pertengahan 2.   Pantun Waka dan Pantun Renga 3.   Monogatari, Setsuwa dan Otogizooshi 4.   Essei, Catatan Harian dan Catatan Perjalanan 5.   Hoogo dan Kanbungaku 6. ...

Tanda-tanda Koreksi

6. Tanda-tanda Koreksi Sebelum menyerahkan naskah kepada dosen atau penerbit, setiap naskah harus dibaca kembali untuk mengetahui apakah tidak terdapat kesalahan dalam soal ejaan , tatabahasa atau pengetikan. Untuk tidak membuang waktu, maka cukuplah kalau diadakan koreksi langsung pada bagian-bagian yang salah tersebut. Bila terdapat terlalu banyak salah pengetikan dan sebagainya, maka lebih baik halaman tersebut diketik kembali. Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu, lazim dipergunakan tanda-tanda koreksi tertentu, sehingga antara penulis dan dosen, atau antara penulis dan penerbit, terjalin pengertian yang baik tentang apa yang dimaksud dengan tanda koreksi itu. Tanda-tanda koreksi itu dapat ditempatkan langsung dalam teks atau pada pinggir naskah sejajar dengan baris yang bersangkutan. Tiap tanda perbaikan dalam baris tersebut (kalau ada lebih dari satu perbaikan pada satu baris) harus ditempatkan berturut-turut pada bagian pinggir kertas; bila perlu tiap-tiapnya d...