Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas (vokal dan konsonan) dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /ŋ/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itəm/ berarti '(pewarna) hitam', sedangkan /itɔm/ (dengan tekanan pada suku kedua) berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja ‘import ‘impor’ ...
C. Drama
Kelahiran drama Jepang dapat dikatakan relatif terlambat. Pada zaman pertengahan terdapat noh, kyogen, dan kowakamai. Pada zaman pramodern diciptakan kabuki dan ningyo joruri, sandiwara yang menggunakan boneka sebagai tokohnya. Kedua drama ini sampai sekarang masih tetap dipertunjukkan. Kabuki dan ningyo joruri adalah teater rakyat yang berada di tengah kota, sedangkan noh merupakan drama khusus sebagai tontonan untuk para Daimyo yang berkuasa pada zaman Edo. Noh lahir pada zaman Shogun Ahikaga.
Pada zaman modern, drama Eropa sengaja didatangkan ke Jepang. Pengaruhnya ternyata cukup luas. Terbukti dengan munculnya berbagai perhimpunan kesusastraan dan teater bebas atau jiyugekijo. Di samping pertunjukan drama modern Eropa, masa itu pun skenario baru mulai banyak ditulis.
Zeami — pengarang drama klasik pada zaman pertengahan — dan Chikamatsu Monzaemon — pengarang pada zaman pramodern — berperanan sangat penting dalam perkembangan drama Jepang. Zeami adalah pengarang yokyoku dan nohgakusho. Selain itu, dia juga penulis skenario sekaligus seorang aktor noh. Dalam menulis yokyoku, Zeami mempergunakan dasar teori yugen yang diseragamkan dan materinya diambil dari sastra lama dalam bentuk kalimat yang indah disertai dengan retorika. Sementara itu, dia juga menyempurnakan estetika yugenbi, keindahan yang sudah diperhalus ke dalam noh yang disebut mugen, menggambarkan kehidupan manusia di dalam dunia imaji. Akan halnya Chikamatsu, dia pun menulis karya sastra dengan teorinya sendiri, sama seperti Zeami. Seni, menurut Chikamatsu, adalah rekaman realitas dan fiksionalitas. Pemikiran seperti ini sampai sekarang masih berlaku. Berdasarkan teori yang berlatar belakang pemikiran seperti itu, Chikamatsu berhasil membawa dan menempatkan karyanya yang berjudul Sonezaki Shinju sebagai karya terbaiknya.
Baca: Buku Pengantar Kesusastraan Jepang
Comments
Post a Comment