Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas (vokal dan konsonan) dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /ŋ/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itəm/ berarti '(pewarna) hitam', sedangkan /itɔm/ (dengan tekanan pada suku kedua) berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja ‘import ‘impor’ ...
18. Kindai Shosetsu (Novel Modern)
Sejarah kesusastraan Jepang dibagi atas kesusastraan lama (termasuk kesusastraan yang lahir sebelum zaman Edo) dan kesusastraan modern yang ditandai dengan dimulainya zaman Meiji. Tentu saja kesusastraan modern banyak diwarisi kesusastraan lama selain banyak dipengaruhi kebudayaan Eropa. Seandainya kesusastraan Jepang tidak bertemu dengan kesusastraan Eropa bisa jadi tidak akan ada peristiwa lahir dan terwujudnya kesusastraan modern Jepang. Mengenai masalah modernisasi kesusastraan Jepang modern akan diuraikan secara terinci pada bab lain. Oleh karena itu, dalam bab ini pembicaraan akan dibatasi pada masalah peralihan zaman dari zaman Edo sampai zaman modern Jepang.
Perubahan Meiji pada tahun 1868 adalah perubahan revolusioner dalam susunan politik Jepang. Akan tetapi, sesungguhnya perubahan itu terjadi secara wajar dan tidak langsung. Kalau ditinjau dari segi bentuk novel populer pada awal zaman Meiji adalah yomihon, kokkeibon, dan ninjobon. Ketiga jenis kesusastraan ini merupakan wujud kesusastraan akhir zaman Edo. Pengarang yang menulis ketiga bentuk sastra tersebut dinamakan gesakusha atau pengarang yang karya-karyanya lebih bersifat hiburan. Pengarang gesaku yang mewakili zaman itu adalah Kanagaki Robun. Robun adalah pengarang yang peka melihat keadaan zaman, keadaan kebudayaan, dan kebiasaan masyarakat yang lahir sesudah Meiji. Dengan teknik gesaku, Robun melukiskan kebiasaan masyarakat pada zaman baru dan umumnya mengeksploitasikan selera-selera rendah melalui dialog seperti yang terdapat dalam kokkeibon. Karya terbaik Robun adalah Seiyodochu Hizakurige dan Aguranabe. Karya-karya tersebut mendapat reputasi baik dan banyak dibaca sampai Meiji 20. Akan tetapi, setelah timbul Jiyuminken Undo atau gerakan kebebasan hak pada zaman Meiji 10, ditulislah novel-novel politik untuk keperluan penyebarluasan propaganda politik. Karya terbaik dari novel politik tersebut antara lain, Keikokubidan karya Yano Ryuhei dan Kajin no Kigu karya Tokai Sanshi.
Baca: Buku Pengantar Kesusastraan Jepang
Comments
Post a Comment