Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas (vokal dan konsonan) dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /Å‹/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itÉ™m/ berarti '(pewarna) hitam', sedangkan /itÉ”m/ (dengan tekanan pada suku kedua) berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja ‘import ‘impor’ ...
C. Drama
1. Yokyoku (Noh)
Noh adalah opera kategori yang disertai tarian Mai dengan menggunakan topeng (nohmen). Drama yang menuntut seni tari, seni musik, dan seni keindahan ini, sudah berumur 600 tahun. Kalau dilihat dari bentuk dan susunannya, noh jelas termasuk genre drama.
Noh sudah ada sejak zaman Muromachi. Jenis drama ini berasal dari Cina dengan sebutan Sarugaku. Dalam perkembangannya, sarugaku bercampur dengan kebudayaan Jepang terutama pada zaman Heian, dan kemudian sebutannya berubah menjadi sangaku. Pada zaman Kamakura, pertunjukan sarugaku lebih ditekankan pada pertunjukan yang lucu. Sebutan noh sendiri pada mulanya adalah kabugeki. Noh terdiri dari sarugaku, noh, dengaku noh, dan einen no noh. Di antara ketiganya yang masih bertahan dan paling populer adalah sarugaku noh karena yang lainnya mengalami kemunduran. Sebutan sarugaku noh kemudian menjadi noh sampai sekarang. Setelah zaman Meiji, noh termasuk juga kyogen. Noh pada abad ke-14 relatif menjadi pertunjukan sederhana. Atas jasa kedua pengarang besar, Kanami (1333-1384) dan Zeami (1363-1443) noh mencapai sukses besar.
Baca: Buku Pengantar Kesusastraan Jepang
Comments
Post a Comment