Skip to main content

Jenis Fonem

Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas (vokal dan konsonan) dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /Å‹/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itÉ™m/ berarti '(pewarna) hitam', sedangkan /itÉ”m/ (dengan tekanan pada suku kedua) berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja ‘import ‘impor’ ...

Yakub yang Paling Benar

Yakub yang Paling Benar


Demikianlah kalau strategi hands-off Abraham tidak lengkap dan strategi hands-off Ishak memiliki kekurangan, bagaimana cara Yakub menemukan kesuksesan? Tidak mengejutkan kalau Yakub disebut dalam tradisi sebagai seorang panutan dalam kepemimpinan yang efektif. Juga bukanlah sebuah wahyu bahwa kunci sukses Yakub adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara dua gaya manajemen tersebut. Yakub tidak menampik kebijaksanaan ayah dan kakeknya. Malahan dia menggabungkan keduanya menjadi cara jitu dalam kepemimpinan.

Untuk menggambarkan hal ini, mari kita kembali ke kisat Taurat yang kita tinggalkan sebelumnya (Kejadian 29). Saat Esau mendengar bahwa saudaranya telah mengambil berkat kesulungan, dia berencana untuk membunuhnya. Yakub pergi dari tanah Kanaan dan tinggal beberapa tahun lamanya di rumah pamannya, Laban, dan bekerja untuknya. Laban adalah penipu ulung. Pada kenyataannya, ketidakjujuran Laban begitu hebatnya bahkan dia menipu Yakub dengan janji dinikahkan. Laban mempunyai dua orang anak perempuan: Rahel dan Lea. Yakub jatuh cinta pada Rahel dan membuat janji dengan Laban bahwa dia akan bekerja selama tujuh tahun sebelum nanti dia dinikahkan dengan Rahel.

Namun Laban mengecoh Yakub. Saat dia bangun di pagi hari setelah pernikahan, Yakub menyadari bahwa dia menikahi Lea dan bukan Rahel. Ini dimungkinkan pada waktu itu karena wanita memakai kerudung selama acara pernikahan. (Saat ini, di pernikahan ala Yahudi, mempelai laki-laki sendirilah yang memasangkan kerudungnya ke mempelai perempuan sebelum resepsi pernikahan dimulai, agar bisa yakin tidak terjebak tipuan yang sama dengan Yakub). Laban telah menipu Yakub dengan memberikan perempuan lain untuk dinikahi. Laban menuntutnya bekerja selama tujuh tahun lagi kalau Yakub masih ingin menikahi Rahel juga. Sekarang kita ingat bahwa Laban adalah mitra bisnis utama dari Yakub, dan di lingkungan seperti itulah Yakub harus menumbuhkan bisnisnya. Lepas dari semua itu bisnis perkebunan Yakub tumbuh subur, dan di akhir tahun ke tujuh yang kedua dia bahkan menjadi lebih kaya dari Laban.

Tapi bagaimana cara Yakub menjadi kaya dalam lingkungan bisnis yang begitu sulit? Taurat memberikan jawabannya dan juga di teks kuno yang menerangkan tentang hal ini. Menurut Taurat, Yakub bekerja lebih keras dari yang lainnya di perkemahan Laban (Kejadian 31:40) "Aku sedang (di ladang) dimakan panas hari waktu siang dan kedinginan waktu malam, dan mataku jauh daripada tertidur". Yakub mengetahui bahwa jika dia berhenti dari pekerjaannya meskipun sebentar, dia akan ditipu dalam hal uang. Dia terus menerus waspada sambil membangun kekayaannya melalui keringat dan rasa sakit.

Bandingkan gaya bekerja tersebut dengan gaya manajemen hands-off di mana sang bos memulai proyek dan meninggalkannya saat pelaksanaan. Yakub, yang di dalam kisah Taurat disebut memiliki beberapa pekerja yang diawasinya, melakukan keduanya, yaitu memulai dan mendelegasikan. Dia juga terlibat dalam pekerjaan kasar di perkebunan. Gaya manajemen yang berimbang ini, tak diragukan lagi, berperan besar pada gemilang kesuksesan Yakub.


Intisari untuk Bisnis: Kerja keras—yang mungkin dianggap ketinggalan zaman, tetap tak tergantikan hingga kini. Namun sebagai pelengkap kerja keras Anda perlu bekerja cerdas dan memastikan bahwa energi dan sumber daya yang tepat digunakan di tempat yang paling membutuhkan. Termasuk di dalamnya adalah pengetahuan yang layak, dan supervisi di semua bidang bisnis, terutama di bidang yang berpotensi masalah.

Intisari untuk Pribadi: Sadarilah bahwa orang terdekat Anda bisa punya kepentingan sendiri di dalam hatinya yang berbeda dengan Anda. Amankan diri Anda dari ancaman termanipulasi oleh orang lain. Meskipun saran dari teman dan saudara adalah penting untuk dipertimbangkan, keputusan akhirnya tetap di tangan Anda. Seperti kisah yang mengatakan "Jika saya bukan untuk saya sendiri, siapakah yang untuk saya? Tetapi jika saya hanya untuk saya sendiri, apakah saya itu?" (Ethics of the Fathers 114). Keseimbangan antara melihat ke diri sendiri dan menyayangi sesama adalah sangat penting untuk keberhasilan dalam hidup.


Baca: Buku Sukses Bisnis Cara Yahudi
 

Comments

Popular posts from this blog

Buku Komposisi Gorys Keraf

Daftar Isi Buku Komposisi Gorys Keraf Kata Pengantar Daftar Isi PENDAHULUAN Bahasa Aspek Bahasa Fungsi Bahasa Tujuan Kemahiran Berbahasa Manfaat Tambahan Kesimpulan BAB I PUNGTUASI Pentingnya Pungtuasi Dasar Pungtuasi Macam-macam Pungtuasi BAB II KALIMAT YANG EFEKTIF Pendahuluan Kesatuan Gagasan Koherensi yang baik dan kompak Penekanan Variasi Paralelisme Penalaran atau Logika BAB III ALINEA : KESATUAN DAN KEPADUAN Pengertian Alinea Macam-macam Alinea Syarat-syarat Pembentukan Alinea Kesatuan Alinea Kepaduan Alinea 5.1 Masalah Kebahasaan 5.2 Perincian dan Urutan Pikiran BAB IV ALINEA : PERKEMBANGAN ALINEA Klimaks dan Anti-Klimaks Sudut Pandangan Perbandingan dan Pertentangan Analogi Contoh Proses Sebab - Akibat Umum - Khusus Klasifikasi Definisi Luar Perkembangan dan Kepaduan antar alinea BAB V TEMA KARANGAN Pengertian Tema Pemilihan Topik Pembatasan Topik Menentukan Maksud Tesis dan Pengungkapan Maksud ...

Sejarah Kesusastraan Jepang

Buku Sejarah Kesusastraan Jepang (Nihon Bungakushi) oleh Isoji Asoo dkk. Daftar Isi Kata Pengantar Kata Sambutan Catatan dari Penyunting Daftar Isi 1.        KESUSASTRAAN ZAMAN JOODAI 1.   Garis Besar Kesusastraan Zaman Joodai 2.   Mitologi, Legenda dan Dongeng 3.   Norito dan Senmyoo 4.   Nyanyian Zaman Joodai 5.   Manyooshuu 6.   Kanshibun 2.        KESUSASTRAAN ZAMAN HEIAN 1.   Garis Besar Kesusastraan Zaman Heian 2.   Kanshibun, Waka dan Kayoo 3.   Monogatari 4.   Catatan Harian dan Essei 5.   Ceritera Sejarah dan Dongeng 3.        KESUSASTRAAN ABAD PERTENGAHAN 1.   Garis Besar Kesusastraan Abad Pertengahan 2.   Pantun Waka dan Pantun Renga 3.   Monogatari, Setsuwa dan Otogizooshi 4.   Essei, Catatan Harian dan Catatan Perjalanan 5.   Hoogo dan Kanbungaku 6. ...

Tanda-tanda Koreksi

6. Tanda-tanda Koreksi Sebelum menyerahkan naskah kepada dosen atau penerbit, setiap naskah harus dibaca kembali untuk mengetahui apakah tidak terdapat kesalahan dalam soal ejaan , tatabahasa atau pengetikan. Untuk tidak membuang waktu, maka cukuplah kalau diadakan koreksi langsung pada bagian-bagian yang salah tersebut. Bila terdapat terlalu banyak salah pengetikan dan sebagainya, maka lebih baik halaman tersebut diketik kembali. Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu, lazim dipergunakan tanda-tanda koreksi tertentu, sehingga antara penulis dan dosen, atau antara penulis dan penerbit, terjalin pengertian yang baik tentang apa yang dimaksud dengan tanda koreksi itu. Tanda-tanda koreksi itu dapat ditempatkan langsung dalam teks atau pada pinggir naskah sejajar dengan baris yang bersangkutan. Tiap tanda perbaikan dalam baris tersebut (kalau ada lebih dari satu perbaikan pada satu baris) harus ditempatkan berturut-turut pada bagian pinggir kertas; bila perlu tiap-tiapnya d...