Skip to main content

Jenis Fonem

Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas (vokal dan konsonan) dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /Å‹/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itÉ™m/ berarti '(pewarna) hitam', sedangkan /itÉ”m/ (dengan tekanan pada suku kedua) berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja ‘import ‘impor’ ...

Memahami Bisnis Lebih daripada Pesaing Anda

Memahami Bisnis Lebih daripada Pesaing Anda


Bukti lain dari keseimbangan dalam pendekatan bisnis hands-on dan hands-off oleh Yakub adalah kemampuannya untuk bertumbuh dalam situasi yang tidak menguntungkan dengan menggunakan pemahaman detail dan luas tentang mekanisme dan teknologi bisnis. Saat dihadapkan dengan tipuan pamannya dan kemungkinan rugi dalam kehidupan cintanya, Yakub beradaptasi dengan permainan Laban dan memainkannya dengan lebih baik daripada pamannya sendiri.

Dia melakukan ini dengan memberikan penawaran ganjil ke Laban (Kejadian 30). Alih-alih menginginkan bagian keuntungannya untuk dibayar tunai, Yakub meminta untuk mendapatkan setiap bayi kambing bercorak dan setiap biri-biri warna coklat yang lahir di antara kawanan gembala. Tanpa memahami rencana Yakub dan salah mengira bahwa perjanjian itu bakal lebih menguntungkan dirinya, Laban serta merta menyepakatinya. Lalu, dengan diam-diam di luar pengetahuan Yakub, dia mengambil semua kambing bercorak dan biri-biri warna coklat dari kumpulannya, untuk memastikan Yakub tidak mendapatkan apa-apa dari kerja kerasnya.

Di sinilah kisah Taurat membelok dengan unik. Yakub membuat batang-batang kayu dengan kulit kayu terkelupas sehingga memiliki corak garis. Kambing-kambing yang dikawinkan di dekat batang-batang tersebut memiliki anak yang bercorak. Demikian juga dengan biri-biri yang dikawinkan dekat dengan batang-batang tersebut akan menghasilkan biri-biri warna coklat. Di dalam kekurangan yang biasa di dalam penulisan sastra dan penghematan kata, Taurat tidak menjelaskan mengapa teknik ini bisa bekerja. Mungkin itu adalah campur tangan dari Tuhan. Atau mungkin kayu yang terkelupas mengandung senyawa kimia yang menyebabkan mutasi. Atau mungkin juga jenis ternak tertentu yang memiliki gen pembawa untuk keturunan corak dan warna coklat tertarik para batang-batang tersebut.

Apapun alasannya, sumber dari kecerdasan Yakub adalah jelas: pengetahuan mendalamnya tentang peternakan hewan yang didapatnya selama bertahun-tahun bekerja dengan kawanan ternaknya. Dia mengetahui sesuatu tentang perkembangbiakan ternak yang Laban tidak mengetahuinya, dan menggunakan informasi tersebut untuk mendapatkan keuntungan besar. Dia mengubah ketamakan Laban menjadi keuntungannya sendiri, tanpa perlu berbohong dan berbuat dosa, menjadi kaya secara menakjubkan. Ini pembuktian pendekatan manajemen bisnis ala Yakub. Dia seorang ahli dalam setiap aspek bisnis dan tidak menyerahkan pada yang lainnya untuk mempelajari seluk beluk pembiakan hewan. Sebagai CEO dia mengetahui bahwa dia harus memiliki semua pengetahuan mendalam untuk bisa sukses.

Masih ada contoh tambahan untuk analogi hal ini di dunia modern yang bisa dikumpulkan dari kisah di Alkitab. Batang terkelupas yang dibuat Yakub sebenarnya sebuah teknologi baru dan maju. Yakub memahami bahwa teknologinya lebih baik daripada yang dimiliki Laban, dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk keuntungannya. Satu dari kewajiban dunia bisnis modern adalah mampu memahami seluk beluk teknologi baru di bidangnya masing-masing dan mampu melakukan strategi yang menjauhkan keuntungan bagi pesaing—dan tidak dirusak—oleh perubahan-perubahan tersebut.


Intisari untuk Bisnis: Kemampuan memahami lingkungan bisnis yang terus bertumbuh dan beradaptasi dengan keadaan baru adalah sangat penting bagi keberhasilan bisnis. Hal ini menjadi penting ribuan tahun yang lalu di mana perubahan keadaan sangatlah lamban dan juga sangat penting di masa kini di mana perubahan sangatlah cepat. Jangan pernah mendelegasikan pembelajaran tentang teknologi baru dan mekanisme bisnis yang vital kepada orang lain. Untuk bisa bersaing, Anda perlu membuat keputusan cerdas yang tepat untuk bidang tertentu.

Intisari untuk Pribadi: Suasana dalam hidup selalu berubah. Rasa cinta memudar seiring waktu, juga dalam hal hubungan. Sering Anda jumpai naik turunnya kehidupan pribadi dan keuangan Anda. Anda perlu belajar beradaptasi dengan situasi dan suasana baru.


Baca: Buku Sukses Bisnis Cara Yahudi

Comments

Popular posts from this blog

Buku Komposisi Gorys Keraf

Daftar Isi Buku Komposisi Gorys Keraf Kata Pengantar Daftar Isi PENDAHULUAN Bahasa Aspek Bahasa Fungsi Bahasa Tujuan Kemahiran Berbahasa Manfaat Tambahan Kesimpulan BAB I PUNGTUASI Pentingnya Pungtuasi Dasar Pungtuasi Macam-macam Pungtuasi BAB II KALIMAT YANG EFEKTIF Pendahuluan Kesatuan Gagasan Koherensi yang baik dan kompak Penekanan Variasi Paralelisme Penalaran atau Logika BAB III ALINEA : KESATUAN DAN KEPADUAN Pengertian Alinea Macam-macam Alinea Syarat-syarat Pembentukan Alinea Kesatuan Alinea Kepaduan Alinea 5.1 Masalah Kebahasaan 5.2 Perincian dan Urutan Pikiran BAB IV ALINEA : PERKEMBANGAN ALINEA Klimaks dan Anti-Klimaks Sudut Pandangan Perbandingan dan Pertentangan Analogi Contoh Proses Sebab - Akibat Umum - Khusus Klasifikasi Definisi Luar Perkembangan dan Kepaduan antar alinea BAB V TEMA KARANGAN Pengertian Tema Pemilihan Topik Pembatasan Topik Menentukan Maksud Tesis dan Pengungkapan Maksud ...

Sejarah Kesusastraan Jepang

Buku Sejarah Kesusastraan Jepang (Nihon Bungakushi) oleh Isoji Asoo dkk. Daftar Isi Kata Pengantar Kata Sambutan Catatan dari Penyunting Daftar Isi 1.        KESUSASTRAAN ZAMAN JOODAI 1.   Garis Besar Kesusastraan Zaman Joodai 2.   Mitologi, Legenda dan Dongeng 3.   Norito dan Senmyoo 4.   Nyanyian Zaman Joodai 5.   Manyooshuu 6.   Kanshibun 2.        KESUSASTRAAN ZAMAN HEIAN 1.   Garis Besar Kesusastraan Zaman Heian 2.   Kanshibun, Waka dan Kayoo 3.   Monogatari 4.   Catatan Harian dan Essei 5.   Ceritera Sejarah dan Dongeng 3.        KESUSASTRAAN ABAD PERTENGAHAN 1.   Garis Besar Kesusastraan Abad Pertengahan 2.   Pantun Waka dan Pantun Renga 3.   Monogatari, Setsuwa dan Otogizooshi 4.   Essei, Catatan Harian dan Catatan Perjalanan 5.   Hoogo dan Kanbungaku 6. ...

Tanda-tanda Koreksi

6. Tanda-tanda Koreksi Sebelum menyerahkan naskah kepada dosen atau penerbit, setiap naskah harus dibaca kembali untuk mengetahui apakah tidak terdapat kesalahan dalam soal ejaan , tatabahasa atau pengetikan. Untuk tidak membuang waktu, maka cukuplah kalau diadakan koreksi langsung pada bagian-bagian yang salah tersebut. Bila terdapat terlalu banyak salah pengetikan dan sebagainya, maka lebih baik halaman tersebut diketik kembali. Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu, lazim dipergunakan tanda-tanda koreksi tertentu, sehingga antara penulis dan dosen, atau antara penulis dan penerbit, terjalin pengertian yang baik tentang apa yang dimaksud dengan tanda koreksi itu. Tanda-tanda koreksi itu dapat ditempatkan langsung dalam teks atau pada pinggir naskah sejajar dengan baris yang bersangkutan. Tiap tanda perbaikan dalam baris tersebut (kalau ada lebih dari satu perbaikan pada satu baris) harus ditempatkan berturut-turut pada bagian pinggir kertas; bila perlu tiap-tiapnya d...