Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas (vokal dan konsonan) dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /Å‹/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itÉ™m/ berarti '(pewarna) hitam', sedangkan /itÉ”m/ (dengan tekanan pada suku kedua) berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja ‘import ‘impor’ ...
3. Ningyo Joruri (Bunraku)
Ningyo Joruri adalah drama boneka Jepang yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan bunraku. Ningyo joruri berasal dari kata ningyo (boneka) dan joruri (teks drama). Pada awalnya ningyo joruri adalah cerita untuk didengar dan tidak disertai boneka. Barulah setelah dilengkapi boneka, jenis drama ini menjadi sandiwara boneka yang disebut ningyo joruri.
Kelahiran joruri tidak diketahui secara pasti. Diprakirakan pada pertengahan zaman Muromachi akhir abad ke-15. Adapun kata joruri berasal dari cerita Joruri Hime Junidan Soshi. Joruri Hime Junidan Soshi adalah kisah percintaan antara Ushiwakamari dengan gadis yang mempunyai penginapan Mikawano Kuni Yahagi yang bernama Joruri Hime. Joruri dibawakan dengan cara bercerita dan diiringi musik biwa. Akan tetapi setelah masuknya musik shamisen, musik pengiring Joruri bertukar menjadi musik shamisen. Pada akhir abad ke-16 atas usaha Menukya Saburo dan Hikita Awajinojo (penggerak boneka), kisah joruri dilengkapi dengan boneka. Dengan disertainya boneka dalam joruri maka terbentuklah sebuah sandiwara boneka yang disebut ningyo joruri.
Ningyo joruri yang lahir di Kyoto berkembang terus sampai ke Edo. Dengan berkembangnya sandiwara boneka ini, lahirlah bermacam-macam aliran melodi yang disebut bushi, misalnya kimpira bushi dan harima bushi. Pada tahun 1666 atas kerja sama yang baik antara sesama pengarang, ningyo joruri menghasilkan bushi yang baik yang disebut gidayu bushi.
Baca: Buku Pengantar Kesusastraan Jepang
Comments
Post a Comment