Skip to main content

Jenis Fonem

Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas (vokal dan konsonan) dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /Å‹/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itÉ™m/ berarti '(pewarna) hitam', sedangkan /itÉ”m/ (dengan tekanan pada suku kedua) berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja ‘import ‘impor’ ...

Kurangnya Visi di MCI

Kurangnya Visi di MCI


Bernie Ebbers adalah contoh utama dari pengaruh potensial akibat gaya kepemimpinan yang terlalu melepas pekerjaan ke orang lain (hands-off). Sebagai salah satu ikon Wall Street yang handal di saat booming internet, saat bisnis chip menurun, dia memimpin perusahaannya menuju kehancuran. Perusahaan tersebut adalah MCI Worldcom, satu dari penyedia komunikasi jarak jauh di akhir 1990-an. Layanan jarak jauh adalah bisnis yang hampir mati; teknologi baru yang ditemukan telah membuat perusahaan memperoleh marjin keuntungan tipis, industri yang pendapatannya terus menurun.

Ebbers mengambil sumber dana yang besar dari MCI Worldcom dan mulai membeli perusahaan-perusahaan telepon lokal di seantero negara. Kecepatan akuisisi yang begitu tinggi, hingga sepertinya MCI Worldcom menambah satu pembelian perusahaan setiap bulannya. Bahkan saat cadangan kas yang sangat besar dari MCI Worldcom tidak mencukupi untuk ini, Ebbers menoleh ke kreditur Wall Street untuk memenuhi kebutuhan hutangnya untuk meningkatkan return on investment mereka. Di tahun 1999, Ebbers menjadi tenar karena mengubah perusahaan yang hampir mati menjadi raksasa penggilas dengan pertumbuhan yang tinggi. Mantan pelatih bola basket di SMA ini sekarang menjadi milyarder.

Tapi itu tidak berlangsung lama. Saat pasar jatuh di tahun 2001, strategi menggulung dari Ebbers justru menyerang balik. Nilai saham MCI Worldcom turun drastis dan hutang besarnya mulai jatuh tempo. Perusahaan ini terlalu banyak berhutang dan kurang modal. Di tahun 2002, MCI Worldcom bangkrut, Ebbers dipecat, dan para investor rugi besar hingga 180 miliar.

Namun itu belum yang terburuk bagi Ebbers. Tuntutan hukum atas kebohongan di pembukuan dijatuhkan padanya dan para eksekutifnya. Pembelaan dirinya menggunakan taktik "Siapa, saya si tua kecil ini?" Ebbers mengatakan ke para hakim bahwa saat anak buahnya melakukan kebohongan, dia tidak memiliki kemampuan untuk mengerti skema akunting rumit yang disodorkan padanya. "Saya ini kan sarjana fisika," itu ucapan terkenalnya saat melakukan pembelaan diri.

Jika Ebbers berbicara yang sebenarnya dan tidak terlibat secara langsung dalam kebohongan, dia masih bersalah karena kepemimpinan yang buruk. Gambaran diri dari Ebbers dengan gaya manajemen hands-off-nya, dengan kurangnya pemahaman yang baik, telah membawa perusahaannya menuju bencana. Saat ini, Bernie Ebbers duduk di dalam sel penjara Louisiana dan tidak berhak untuk pembebasan bersyarat hingga tahun 2028.


Intisari untuk Bisnis: Sekali proyek bisnis dimulai dan berjalan, selalu ada godaan untuk membelokkan arah dan membiarkannya berjalan sendiri. Tahanlah dorongan ini dan tetaplah terlibat. Teruskan dengan pemahaman tentang detail. Perlu diingat, pendekatan yang terlalu melepas pekerjaan ke orang lain (hands-off) dalam manajemen mungkin tidak akan berakhir sesuai harapan.

Intisari untuk Pribadi: Segala sesuatu dalam hidup memerlukan kerja aktif jika ingin sukses yang berlanjut. Hubungan perlu dijaga secara terus menerus. Anda tidak dapat hanya menikah dan mengabaikan hubungan, lalu mengira bahwa itu akan berlangsung dengan sendirinya.


Baca: Buku Sukses Bisnis Cara Yahudi

Comments

Popular posts from this blog

Buku Komposisi Gorys Keraf

Daftar Isi Buku Komposisi Gorys Keraf Kata Pengantar Daftar Isi PENDAHULUAN Bahasa Aspek Bahasa Fungsi Bahasa Tujuan Kemahiran Berbahasa Manfaat Tambahan Kesimpulan BAB I PUNGTUASI Pentingnya Pungtuasi Dasar Pungtuasi Macam-macam Pungtuasi BAB II KALIMAT YANG EFEKTIF Pendahuluan Kesatuan Gagasan Koherensi yang baik dan kompak Penekanan Variasi Paralelisme Penalaran atau Logika BAB III ALINEA : KESATUAN DAN KEPADUAN Pengertian Alinea Macam-macam Alinea Syarat-syarat Pembentukan Alinea Kesatuan Alinea Kepaduan Alinea 5.1 Masalah Kebahasaan 5.2 Perincian dan Urutan Pikiran BAB IV ALINEA : PERKEMBANGAN ALINEA Klimaks dan Anti-Klimaks Sudut Pandangan Perbandingan dan Pertentangan Analogi Contoh Proses Sebab - Akibat Umum - Khusus Klasifikasi Definisi Luar Perkembangan dan Kepaduan antar alinea BAB V TEMA KARANGAN Pengertian Tema Pemilihan Topik Pembatasan Topik Menentukan Maksud Tesis dan Pengungkapan Maksud ...

Sejarah Kesusastraan Jepang

Buku Sejarah Kesusastraan Jepang (Nihon Bungakushi) oleh Isoji Asoo dkk. Daftar Isi Kata Pengantar Kata Sambutan Catatan dari Penyunting Daftar Isi 1.        KESUSASTRAAN ZAMAN JOODAI 1.   Garis Besar Kesusastraan Zaman Joodai 2.   Mitologi, Legenda dan Dongeng 3.   Norito dan Senmyoo 4.   Nyanyian Zaman Joodai 5.   Manyooshuu 6.   Kanshibun 2.        KESUSASTRAAN ZAMAN HEIAN 1.   Garis Besar Kesusastraan Zaman Heian 2.   Kanshibun, Waka dan Kayoo 3.   Monogatari 4.   Catatan Harian dan Essei 5.   Ceritera Sejarah dan Dongeng 3.        KESUSASTRAAN ABAD PERTENGAHAN 1.   Garis Besar Kesusastraan Abad Pertengahan 2.   Pantun Waka dan Pantun Renga 3.   Monogatari, Setsuwa dan Otogizooshi 4.   Essei, Catatan Harian dan Catatan Perjalanan 5.   Hoogo dan Kanbungaku 6. ...

Tanda-tanda Koreksi

6. Tanda-tanda Koreksi Sebelum menyerahkan naskah kepada dosen atau penerbit, setiap naskah harus dibaca kembali untuk mengetahui apakah tidak terdapat kesalahan dalam soal ejaan , tatabahasa atau pengetikan. Untuk tidak membuang waktu, maka cukuplah kalau diadakan koreksi langsung pada bagian-bagian yang salah tersebut. Bila terdapat terlalu banyak salah pengetikan dan sebagainya, maka lebih baik halaman tersebut diketik kembali. Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu, lazim dipergunakan tanda-tanda koreksi tertentu, sehingga antara penulis dan dosen, atau antara penulis dan penerbit, terjalin pengertian yang baik tentang apa yang dimaksud dengan tanda koreksi itu. Tanda-tanda koreksi itu dapat ditempatkan langsung dalam teks atau pada pinggir naskah sejajar dengan baris yang bersangkutan. Tiap tanda perbaikan dalam baris tersebut (kalau ada lebih dari satu perbaikan pada satu baris) harus ditempatkan berturut-turut pada bagian pinggir kertas; bila perlu tiap-tiapnya d...