Skip to main content

Jenis Fonem

Jenis Fonem Jenis fonem yang dibicarakan di atas (vokal dan konsonan) dapat dibayangkan sebagai atau dikaitkan dengan segmen-segmen yang membentuk arus ujaran. Kata bintang , misalnya, dilihat sebagai sesuatu yang dibentuk oleh enam segmen — /b/, /i/, /n/, /t/, /a/, /Å‹/. Satuan bunyi fungsional tidak hanya berupa fonem-fonem segmental. Jika dalam fonetik telah diperkenalkan adanya unsur-unsur suprasegmental, dalam fonologi juga dikenal adanya jenis fonem suprasegmental. Dalam bahasa Batak Toba kata /itÉ™m/ berarti '(pewarna) hitam', sedangkan /itÉ”m/ (dengan tekanan pada suku kedua) berarti 'saudaramu'. Terlihat bahasa yang membedakan kedua kata itu adalah letak tekanannya, sehingga dapat dikatakan bahwa tekanan bersifat fungsional. Lain lagi yang diperlihatkan dalam contoh bahasa Inggris berikut. Di sini perubahan letak tekanan tidak mengubah makna leksikal kata, tetapi mengubah jenis katanya. Kata benda Kata kerja ‘import ‘impor’ ...

Wasiat Penting Yakub

Wasiat Penting Yakub


Setelah melewati masanya dengan Laban, Yakub masih punya satu tantangan lagi. Setelah dirinya menjadi kaya sembari tetap bekerja pada ayah mertuanya, Yakub akhirnya terbebas dari jebakan kerja paksa. Dunia terbuka lebar baginya, penuh kesempatan-kesempatan besar.

Tetapi sembari meneruskan bisnis penggembalaan biri-biri yang sukses, Yakub juga berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaan yang dimulai oleh ayah dan kakeknya, yaitu membangun sebuah agama baru. Peran Yakub yang terbesar dalam Yudaisme (dan diperluas dengan sejarah di dunia) bukanlah melalui pekerjaan yang dilakukannya sendirian. Itu juga melalui bantuan dari keduabelas anak laki-lakinya, yang masing-masing memimpin suku baru—dua belas suku Israel.

Yakub memilih jalur yang melibatkan dirinya secara penuh dalam pendidikan dan bimbingan kepada anak-anaknya. Banyak bagian di akhir kitab Kejadian menggambarkan ucapan terakhirnya kepada anak-anaknya, memberi mereka wasiat dan nasihat untuk melanjutkan umat dan agama baru ini.

Dampak besar dari Taurat dan ajarannya pada dunia tidak akan terwujud kalau bukan karena keyakinan dari ketiga kepala keluarga, Abraham, Ishak dan Yakub. Masing-masing dari  mereka adalah orang yang sangat alim, dan dikenang perannya sebagai pendiri sebuah umat dan agama. Saat Abraham dan Ishak mengalami kemunduran di dalam usahanya untuk terus maju, kepemimpinan Yakub menjadi puncak semua upaya dari ketiga generasi tersebut dalam mewujudkan impiannya. Sebagai sebuah tim mereka berhasil, sebagaimana Tuhan telah mengatakan bahwa mereka akan berhasil.

Membaca kisah Taurat dari ketiga orang besar tersebut, juga dengan uraian-uraian pendukungnya, sangatlah penting untuk mencermati kekuatan dari masing-masing. Kita semua bisa menilai diri sendiri berdasarkan prototipe orang-orang dari zaman dahulu ini. Dan kita bisa berjuang, seperti yang dilakukan oleh Yakub, untuk menemukan keseimbangan sejati antara pendekatan "top-to-bottom" atau hands-off. Begitu Anda menguasai keseimbangan antara keduanya, Anda akan mendapatkan kemudahan dalam menjalankan bisnis yang sukses.


Intisari untuk Bisnis: Pastikan Anda mengerti betul tentang lingkungan kerja di mana Anda berbisnis, dari pekerjaan rendahan hingga pekerjaan yang paling kompleks. Anda tidak harus bisa mengerjakan semua hal, tapi Anda harus mengerti semua yang terjadi di dalam organisasi. Pendelegasian wewenang memang penting, tetapi janganlah melepaskan pengawasan. Sangat penting untuk Anda memperhatikan keseluruhan proses dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.

Intisari untuk Pribadi: Jagalah setiap aspek kehidupan Anda dalam keseimbangan. Sifat atau keadaan yang ekstrim di satu hal akan menyebabkan kemunduran di hal lain. Pastikan Anda terlibat penuh dengan hidup Anda sendiri dengan tidak membiarkan keputusan bagi Anda dibuat oleh orang lain—namun di saat yang sama, ambillah pendapat dari teman dan keluarga dengan sungguh-sungguh.


Baca: Buku Sukses Bisnis Cara Yahudi

Comments

Popular posts from this blog

Buku Komposisi Gorys Keraf

Daftar Isi Buku Komposisi Gorys Keraf Kata Pengantar Daftar Isi PENDAHULUAN Bahasa Aspek Bahasa Fungsi Bahasa Tujuan Kemahiran Berbahasa Manfaat Tambahan Kesimpulan BAB I PUNGTUASI Pentingnya Pungtuasi Dasar Pungtuasi Macam-macam Pungtuasi BAB II KALIMAT YANG EFEKTIF Pendahuluan Kesatuan Gagasan Koherensi yang baik dan kompak Penekanan Variasi Paralelisme Penalaran atau Logika BAB III ALINEA : KESATUAN DAN KEPADUAN Pengertian Alinea Macam-macam Alinea Syarat-syarat Pembentukan Alinea Kesatuan Alinea Kepaduan Alinea 5.1 Masalah Kebahasaan 5.2 Perincian dan Urutan Pikiran BAB IV ALINEA : PERKEMBANGAN ALINEA Klimaks dan Anti-Klimaks Sudut Pandangan Perbandingan dan Pertentangan Analogi Contoh Proses Sebab - Akibat Umum - Khusus Klasifikasi Definisi Luar Perkembangan dan Kepaduan antar alinea BAB V TEMA KARANGAN Pengertian Tema Pemilihan Topik Pembatasan Topik Menentukan Maksud Tesis dan Pengungkapan Maksud ...

Sejarah Kesusastraan Jepang

Buku Sejarah Kesusastraan Jepang (Nihon Bungakushi) oleh Isoji Asoo dkk. Daftar Isi Kata Pengantar Kata Sambutan Catatan dari Penyunting Daftar Isi 1.        KESUSASTRAAN ZAMAN JOODAI 1.   Garis Besar Kesusastraan Zaman Joodai 2.   Mitologi, Legenda dan Dongeng 3.   Norito dan Senmyoo 4.   Nyanyian Zaman Joodai 5.   Manyooshuu 6.   Kanshibun 2.        KESUSASTRAAN ZAMAN HEIAN 1.   Garis Besar Kesusastraan Zaman Heian 2.   Kanshibun, Waka dan Kayoo 3.   Monogatari 4.   Catatan Harian dan Essei 5.   Ceritera Sejarah dan Dongeng 3.        KESUSASTRAAN ABAD PERTENGAHAN 1.   Garis Besar Kesusastraan Abad Pertengahan 2.   Pantun Waka dan Pantun Renga 3.   Monogatari, Setsuwa dan Otogizooshi 4.   Essei, Catatan Harian dan Catatan Perjalanan 5.   Hoogo dan Kanbungaku 6. ...

Tanda-tanda Koreksi

6. Tanda-tanda Koreksi Sebelum menyerahkan naskah kepada dosen atau penerbit, setiap naskah harus dibaca kembali untuk mengetahui apakah tidak terdapat kesalahan dalam soal ejaan , tatabahasa atau pengetikan. Untuk tidak membuang waktu, maka cukuplah kalau diadakan koreksi langsung pada bagian-bagian yang salah tersebut. Bila terdapat terlalu banyak salah pengetikan dan sebagainya, maka lebih baik halaman tersebut diketik kembali. Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu, lazim dipergunakan tanda-tanda koreksi tertentu, sehingga antara penulis dan dosen, atau antara penulis dan penerbit, terjalin pengertian yang baik tentang apa yang dimaksud dengan tanda koreksi itu. Tanda-tanda koreksi itu dapat ditempatkan langsung dalam teks atau pada pinggir naskah sejajar dengan baris yang bersangkutan. Tiap tanda perbaikan dalam baris tersebut (kalau ada lebih dari satu perbaikan pada satu baris) harus ditempatkan berturut-turut pada bagian pinggir kertas; bila perlu tiap-tiapnya d...